Friday, February 6, 2009

Operator Dilarang Memberikan Tarif SMS Gratis

JAKARTA
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan telah mengirimkan surat kepada para operator telekomunikasi agar menghentikan tarif promosi SMS gratis antaroperator.
"BRTI sudah mengirimkan surat kepada para operator terkait kompetisi tarif SMS. Agar mulai 31 Desember 2008 menghentikan SMS tarif nol," kata Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, disela jumpa pers dan refleksi akhir tahun di Kantor Depkominfo, Jakarta, kemarin.
Basuki yang juga Ketua BRTI tersebut mengatakan, tarif promosi SMS gratis ke semua operator bisa menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi operator lain. "Kemungkinan dengan tarif gratis ini akan menimbulkan spam dan mengganggu jaringan operator lain. Tidak etis berpesta di halaman orang lain," tandasnya.
Tak Terganggu
Basuki melihat operator telekomunikasi yang menggelar program SMS gratis ini adalah operator kelas menengah yang berusaha menarik pelanggan lebih banyak. Beberapa operator telekomunikasi membuat program SMS gratis ke semua operator. Ada juga yang mensyaratkan SMS gratis berlaku setelah mengirimkan beberapa SMS.
Ketua BRTI berharap agar industri telekomunikasi dan masyarakat melihat bahwa kebijakan pemerintah ini bertujuan agar jaringan telekomunikasi tidak terganggu.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki mengatakan, pihaknya memikirkan untuk membatasi blok nomor telepon seluler yang akan diberikan kepada para operator karena nomor tersebut makin terbatas. "Operator agar melakukan efisiensi dengan rasionalisasi penggunaan nomor seluler," katanya.
Basuki menambahkan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memberikan rasio 1:3, yaitu satu nomor seluler yang dibutuhkan operator dengan tiga nomor seluler yang diberikan oleh pemerintah. "Rasionya 1:5, kita pikirkan yang efisien berapa. Kemungkinan dari 1:5menjadi 1:3," terang Basuki.
Cara yang lain, lanjutnya, adalah dengan penambahan digit pada nomor seluler yang diberikan dengan batasan sesuai ITU (International Telecomunication Union) adalah 15 digit.

Wow, Robot Tiru Evolusi Makhluk Hidup

"It is the youth who must inherit the tribulation, the sorrow... that are the
aftermath of war."
Herbert Hoover



London, Teori evolusi yang dicetuskan Darwin barangkali bakal berlaku untuk robot. Sebab, sebuah robot yang diklaim bisa belajar berjalan sendiri dan mampu meniru pola evolusi binatang tengah dikembangkan oleh para ilmuwan Inggris.
Seperti diketahui, makhluk hidup menurut ilmu pengetahuan mampu berevolusi dengan otak yang terus berkembang. Robot pun diklaim bakal melakukan hal serupa. Software robot akan bertambah kompleks seiring perkembangan kemampuan dan penambahan piranti di bodinya.
"Jika kita benar-benar ingin membuat robot humanoid yang kompleks, penting bagi robot tersebut untuk dapat tumbuh setiap waktu seperti yang dilakukan makhluk biologis," kata Dr Christopher MacLeod dari Robert Gordon University.
Tim yang dipimpin Dr MacLeod telah membuat robot seukuran buku dengan kaki yang bisa diputar 180 derajat. Robot tersebut kemudian diperintah untuk berjalan sejauh mungkin dalam waktu 1000 detik.
Software robot lalu akan 'berpikir' secara mandiri tentang bagaimana cara memenuhi tugas tersebut seefisien mungkin.Software yang ditautkan mirip dengan sistem otak manusia yang bisa mengembangkan kemampuan belajar.Pada awalnya robot tersebut sulit berjalan cepat dan sering jatuh. Namun lama kelamaan, si robot bisa belajar berjalan dengan baik untuk menuntaskan tugasnya.

Pencarian di Google Bikin Udara Terpolusi CO2

"During war, the laws are silent."
Quintus Tullius Cicero



Sepintas, tidak ada hubungannya antara polusi alam dengan mesin cari internet populer, Google. Namun dalam sebuah penelitian terungkap, satu kali pencarian di Google ternyata menghasilkan polusi sekitar 7 gram karbondioksida (CO2) ke udara.
Penelitian mengenai dampak pencarian di Google terhadap lingkungan tersebut dibesut oleh fisikawan Alex Wissner-Gross dari universitas kenamaan Amerika Serikat, Harvard University.Dua kali pencarian di Google menghasilkan karbondioksida sebanyak 15 gram. Jumlah itu disetarakan dengan polusi yang dikeluarkan polusi yang dikeluarkan dalam mendidihkan air di ketel.
Menurut peneliti Harvard tersebut, emisi karbon Google dihasilkan dari listrik yang mendayai terminal komputer serta konsumsi power di data centre yang dioperasikan Google di seluruh dunia.Selain itu, ada pula efek di balik kecepatan Google dalam melakukan pencarian. Sebab hal itu dilakukan memakai banyak server secara bersamaan, sehingga menghasilkan lebih banyak karbondioksida dibanding kompetitornya di internet. Sekadar diketahui, Google punya 450 ribu server di seluruh dunia untuk melayani sekitar 200 juta pencarian tiap hari.Google sendiri mengklaim telah berusaha menekan produksi emisi karbon seefesien mungkin. Bahkan seperti dilansir DailyMail,seorang juru bicara Google menyatakan bahwa mereka termasuk penyedia layanan pencarian di internet yang paling efisien dalam soal ramah lingkungan.